Jumat, 03 April 2015
Cerpen
hanya disinilah aku bisa merasakan itu.
Tak bisa menentukan cinta
“Oke anak-anak kita lanjutkan pelajaran
minggu depan.” Kata ibu guru komputer.
Anak-anak
pun langsung ke luar dari lab komputer sambil tergese-gesa untuk mengambil
sepatu yang ditaruh di luar lab komputer. Tiba-tiba dari belakang helda teriak
memanggil chika.
“chika…chika…”
“kenapa hel?”
“kamu liat deh di deket kantor guru!”
“emang ada siapa hel?”
“kamu liat aja sendiri !”
Pas chika
nengok kearah kantor,langsung shock karna dia melihat ada pujaan hatinya alias DANI.
itu nama samaranya,klo nama aslinya ada deh…ntar pada naksir lagi…hahahaha…
Hati chika langsung
berdebar-debar, waktu dia lihat lagi di
kantor tiba-tiba dia langsung menghilang, entah kemana dia pergi?
Yaudah deh
sih chika jalan menuju kelas dengan hati yang masih gugup. Eh pas smpai di
depan kelas, tiba-tiba takechi lewat sama temanya, takechi juga sempat lihat
chika walaupun hanya lirikan mata. Setelah chika melirikan matanya dengan
kakak Dani, di dalam kelas chika
langsung senyum-senyum sendiri, entah kenapa di dalam pikiranya hanya takechi.
Teman-temanya pun aneh melihat chika kayak gitu.
“kenapa kamu chik, senyum-senyum enggak jelas?”
kata eginia sambil melihat aneh ke arah
chika
“biasa abis ketemu sang pujaan.” Kata si
helda yang nyambung-nyambung dari belakang
“ah kamu nyambung-nyambung aja .” kata chika
“yee, biarin aja kan ada listrik yang bisa
nyambungin.”
“mulai dah ngelawaknya. emang kamu ketemu
dia dimana?”
“tadi,pas dia nglelewatin kalas kita.”
“ya elah yang abis ketemu pujaanya seneng
banget.”
“ya dong,kapan lagi aku bisa ketemu sama
dia, kan jarang-jarang.”
Bel pergantian
pun berbunyi, pelajaran selanjutnya yaitu biologi. Guru biologi menyuruh
anak-anak untuk pindah kelas, enggak tau kenapa itu guru suruh pindah kelas.
Padahal di kelas chika hawanya lagi sejuk. Guru biologi mulai mengajar dan
anak-anak pun udah pada serius untuk dengerin. Dipertengahan mengajar. Guru biologi
berjalan menuju ke pintu kelas dan tiba-tiba Dani salaman sama guru biologi. Anak-anak
langsung bilang “cieee chika” dengan kompak.
“siapa yang namanya chika?”
Anak-anak
langsung menunjuk ke arah chika sambil bilang “itu bu,yang namanya chika”
Sebenarnya
chika enggak tau apha yang d bahas gurunya sama teman-temanya, lagi pula chika
asik menyalin yang ada di depan papan tulis. Muka chika langsung binggung.
“emang kenapa sih.?”
“itu tadi ada Dani, ciee chika.” Kata
eginia sambil senyum-senyum
“mau
ibu panggilin ahhh..Dani sini.”
Pas ibunya
lagi manggil,chika langsung menidurkan kepalanya diatas meja dan membalikkan
muka. Muka chika langsung merah dan tersipu malu melihat anak-anak yang pada
tertuju ke arah chika.
“Ada yang Cemburu nih yee.” Suara
keras datang dari belakang
“Siapa yang cemburu?” Tanya ibu
biologi
“Ada nih bu, ini orangnya.” Sambil
mengarahkan jari telunjuknya
“ciye chika kecil-kecil cabe rawit
nih.” Dengan bahasa lebay
Chika pun
tambah bingung apa yang dimaksud dengan gurunya dan apa yang diitertawakan oleh
teman-temannya. Entahlah, chika tetap saja focus dalam pelajaran biologi. Tapi
di benakya bertanya-tanya, siapa sih yang suka padanya?
Tet…tet…tet…waktu
berbunyi tanda anak-anak akan segera pulang. Di perjalanan chika masih teringat
ama kejadian yang tadi, yang membuat anak-anak satu kelasnya pada tau klo chika
suka sama tokechi.
“wah besok kayaknya aku jadi bahan gosip
deh sama anak-anak.”
“itu sih derita kamu.” Kata putri
“wah gitu kamu ya,sama aku.”
“hahaha, tapi gg pha-pha X, sekelas pha
dha tw klo lw suka ma takechi.”
“gg pha-pha cie gg pha-pha, pi gw malu ama
kejadian yang tadi. Ntar klo takechi tw, gw suka ma dya, gw takut takechi
menghindar dari gw.?
“tenang z anak-anak kan pha dha tw, terus
bu guru biologi jga tw. Nthu mah gampang tinggal d comblangin.”
“comblangin dari mna? martabat gw taro d
mna nie…”
“taro di loyank z he..he..”
“kamu kira martabak kali taruh di
Loyang.”
Seminggu
kemudian
chika dan teman-temanya
lagi bercanda di depan kelas, tiba-tiba segerombolan kk kelas menghampiri chika dan teman-temanya.
“eh, di sini cpa yang namanya chika.” Kata
kk sari dengan suara lantang
Anak-anak
pha dha diem, yang tadinya ketawa jadi ketakutan karna sikap kk kelas yang
seenaknya membawa temanya yang begitu banyak di banding chika dan
teman-temanya.
“koq, malah pha dha diem. Mana yang
namanya chika?”
“nnngggakkk dha kk, hari nie dya gg
masuk.” Chika menjawab dengan ketakutan
“jagan bohong ya, awas aja kalau pada bohong.
Kalian tahu akibatnya dan kalian semua bisa berurusan dengan saya.?”
waktu kaka
kelas berbicara seperti itu, anak-anak langsung ketakutan dan tidak bisa
berkata-kata lagi. Ya sudah anak-anak langsung masuk kelas. Sampai di kelas
anak-anak dengan panik membicarakan kejadian tadi di depan kelas.
Tiba-tiba
chika nangis di dalam kelas, teman-teman chika pun menghampiri chika.
“kenapa loh chik,” kata helda
“udah chik, tidak usah nangis. Percuma klo
kamu nangis.” Kata eginia
Walapun
teman-temanya pha dha ngebujuk tetapi chika masih z menangis. Entah apha yang
membuat ea menangis.
“tenang chik, co gg hanya dya z, masih
banyak koq.”
“bukanya, kyk gthu hel. Gw gg bza klo kk kelas nthu sewena-wena ma qta, mentang-mentang
qta junior jadi seenaknya dya ngelabrak orang malah bwa tmenya satu RT lagi.”
“tenang chik adha qta-qta koq.”
“owh ea, temen-temen gw kan bacotnya pha
gede-gede bangeut ea. Gw ampe lupa”
“sialaln lw chik, ntar gg gw bantuin loh.”
“lw mah gthu ma temen sendiri, phis dech
hel.”
“hahaha..kidding cie,”
Semenjak
kejadian kemaren, chika pelahan-lahan melupakan takechi. Waktu dya mw nglupain,
eh takechinya masuk di dalam kehidupan chika. Nthu yang membuat chika tak ingin
melupakan takechi, padahal takechi uwdh punya pasangan. Chika merenungi apha
yang uwdh terjadi kemaren, dya binggung mw curhat ma cpa? Sedangkan dya pengen
yang tw perasaan dya hanya teman-teman terdekat dan dya tak mungkin curhat
keteman sekelasnya. Tapi, hanya teman sekelasnya yang bisa di hubungi, teman
lama chika uwdh hilang kontak. Di dalam kamar chika menulis sebuah puisi
tentang perasaanya.
Aku tak tw pha yang
kurasakan saat ini
Kadang bahagia, sedih, senang dan kecewa
Memang cinta harus adha ketulusan hati
Tak seperti cinta yang kumiliki
Beribu
laki-laki yang kusukai
Beribu
–ribu pula rintangan yang harus ku lewati
Namun
apha hasilnya
Ternyata dya telah adha yang memiliki
Hati memang sakit
Setelah ku tw tentang dya
Rasanya aku tak ingin tw lagi
Kucukupkan saja rasa menyukaiku
Ku
memang ingin melupakan dya
Setelah dya tak menjawab responku
Tetapi
beberapa saat kau hadir di hidupku
Hingga
akhirnya ku takkan bisa menghapus wajahmu
dari hidupku
Hanya
satu nama yang tetap dha di hatiku
Keesokan
harinya chika kembali berkumpul dan bersenang-senang bersama teman-temanya,
setelah ea memikirkan kejadian kemaren yang membuat hatinya tersiksa. Satu
persatu teman-temanya memberikan saran kepada chika.
“chik, mending lw cri yang laen dech.”
Kata helda
“gw dha coba cari yang lain, perasaan cie
bisa berubah. Tapi klo yang namanya hati
nthu gg bisa berubah.”
“gw jga tw cie chik, tapi kan lw gg bza
terus-terusan kyk gnie.”
“ea cie, gw jga pengen cepet ngelupain dya
coz.a dya uwdh dha yang dimiliki cie.”
“tenang ntar gw bantuin bwt nglupain dya.
Oche plend!”
“thanx plend, pi di dalam hati gw Cuma bwt
seseorang.”
“mang cpa chik?”
“yaitu, mw gw ksh tw gg ea?”
“lw mah jahat bangeut ma gw, masa ma
masalah kyk gni gw gg tw cie.”
“mang lw perlu tw ea? hehehe.”
“tega lw ma gw.”
“ntar gw ksih tw dah, pi gg di sni banyak
anak-anak.terus lw gimana tentang perasaan lw ma kelas sbelah ayang gw.”
“gw cie suka, pi gw binggung. Mangnya lw
dah jadian ma dya koq manggilnya ayang?”
“byarin cie, bwt nyenengin hati.”
“hahaha,,bysa’an z lw.”
“yoyoi….”
Pas mereka
asik ngobrol berdua, tiba-tiba chamie and nexu mengkagetkan mereka berdua dari
belakang.
“ddoooorr…”
“akh, elu mah curhatnya berdua doank. Gg
asssik nie?” kata nexu
“ hehehe…ea elu cie keasyikan di dalem.”
“uwd yuks Qta masuk ke dalem z.”
“mw ngapaen cie ke dalem?”
“ngapaen z eank pnting enak.”
Eawdh dech
mereka berempat masuk ke dalem, terus pas masuk ke dalem anak-anak pada nyanyi-nyayi..anak-anak
pada nyanyi eh, chika nyambung-nyambung z..
“ dirimu di hatiku..sudah terlalu lama, dan
byarlah kumrncoba coba..ntuk tinggalkan semua…”
“cie ellah nyambung-nyambung z..”
“byarin z, mang npa? Gg boleh?”
“boleh koq,boleh.”
Pas denger
nynyian kyk gthu, chika langsung teringat kk takechi, gg tw kenapa chika
nyanyinya ampe di hayati bangeut. Karna di bayangan chika hanya adha wajahnya
takechi. Takechi uwdh membuat chika jadi berubah total, mulai dari cara
ngomong, berpenampilan, gaya dan sifatnya eank menjadi dewasa. Mungkin chika gg
bza ngelupain kk takechi, karna
pandangan pertama. Lagi pula chika nglyat kk takechi waktu KPHO, dya
dengan penampilan kerennya pas memimpin upacara pramuka. Banyak eank satu
angkatan ma chika suka ma kk takechi.
Ampe-ampe nthu orang masuk pramuka karna terpaksa. Tadinya chika pengen
masuk exqul pramuka, tapi chika gg suka exqul nthu, jadi chika pilih exqul KIR..
walaupun chika suka ma kk takechi, pi dya gg mw batinya tersiksa cuman
gara-gara terpaksa masuk exqul nthu. Tadinya cie chika mw masuk ke exqul sigma,
pi kata hatinya jangan masuk exqul nthu. Ewdh dech chika gg jadi masuk exqul
nthu. Ternyata cwenya kk takechi masuk exqul sigma. Untung z chika gg masuk
exqu nthu, coba klo masuk, wah bahaya dech…hahaha…
Dikehidupan
sehari-hari, yang ada di benaknya chika itu hanya takechi takechi dan takechi.
Dia itu terlalu dibutakan oleh cinta, dia tidak tahu aja sebenarnya ada orang
yang tulus sayang sama dia tapi sayang dia acuhkan semua itu seperti tidak ada
kejadian apa-apa. Tiba-tiba hp berbunyi tanda sms masuk. Ternyata sms dari
heri, langsung dia sepat-cepat buka sms nya
“chika, lagi ngapain?” isi sms dari
heri
Chika pun
tanpa waktu lama langsung membalas sms. Semenjak heri di bales sms oleh chika,
dia terus menerus sms dari adanya matahari bersinar sampai matahari mau tidur
pun masih sms. Di akhir sms heri mengetik dengan kalimat “mau engak kamu jadi
pacarku?”. Chika terkejut apa yang ada di isi hp, chika pun bingung mau bales
apa ke heri. Satu jam kemudian chika memberikan keputusan “kasih aku 3 hari ya,
untuk menentukan.” Setelah bales sms itu chika langsung tidur, yang anehnya
lagi chika tidak memikirkan apakah dia mau jadi pacarnya heri atu tidak? Dia
malah nyenyak tidur seperti tidak ada beban di hidupnya.
Keesokan
harinya
“selamat siang anak-anak.” Tanya
guru olahraga
“siang pak.” Jawab anak-anak dengan
suara lemas karna udara masih sejuk
“hari ini kita olahraga mumpung
matahari belum muncul tuh.”
“iya bapak.” Sambil mendirikan badan
“ oh iya, hari rabu kita renang ya
di HAVANA.”
“yaelah bapak kenapa di HAVANA sih,
kenapa gak di THB aja sih.” Tanya chika
“enggak bisa chika, bapak udah di
kontrak di Havana, jadi gak bisa renang kemana-mana.” Kata guru olahraga dengan
muka yang melas
“artis kali pak pakai kontrak
segala.” Suara keras dari belakang
“udah ayo kita olahraga.”
Chika
membangunkan badannya dengan semangat, karna chika sangat suka olahraga.
Waktu dia kecil dia sudah diajarkan
berbagai macam olahraga, meskipun dia tidak memahami olahraga dari salah satu,
tapi dia bisa cara bermain di semua bidang olahraga. Salah satunya dia juara 2
lari marathon berturut-turut loh. Makanya dia anak kesayangan guru olahraga
deh, karna satu pikiran kalau lagi membahas masalah olahraga
####3 hari
kemudian
Hari ini
adalah hari dimana waktunya chika berenang, dia mempersiapkan diri dengan
membereskan peralatan yang akan di bawa berenang. Setelah itu dia mengambil
kunci motor untuk cepat-cepat menjemput salah satu temannya. Sesampai di tempat
kolam renang teman-teman chika sudah menunggu. Chika langsung memakirkan
motornya dan berjalan menuju rombongan temannya.
Selesai
berenang, chika mendengar obrolan teman-temanya si heri bahwa chika akan
memberikan jawabannya sekarang dan heri lagi membilaskan badanya. Wah setelah
dia menndengar kalimat itu, dia langsung cepat-cepat ganti pakaian dan langsung
pulang. Ditengah perjalanan heri menelpon
chika terus, terpaksa deh chika mengangkat telponnya karna temannya
sudah curiga mengapa telponnya tidak diangkat. Dan akhirnya chika meng iyakan
apa yang ditanyakan heri kepadanya.
Mereka pun
berpacaran, tapi anehnya kalu dikelas itu mereka bukan orang pacaran melainkan
seperti orang yang bermusuhan dan saling mengejekkan satu sama lain. Tapi
hubungan mereka baik-baik saja, mungkin saja masih kaku karna masih pasangan
muda, haha.
Setelah lama
mereka berpacaran kira-kira 2 minggu, chika mendapatkan sms dari anak tetangga
kelas sebelah. Yang mengaku bernama abi, katanya sih abi ini suka sama chika.
Tapi chika berfikir ini hanya main-main, paling juga temanya heri yang iseng sms
kepadanya. Chika pun langsung cerita kepada heri apa yang terjadi semalam itu.
Keesokannya
temannya abi bilang kepada chika, bahwa dia abis dipukuli oleh heri yaitu cowonya
chika. Chika langsung tidak enak hati kepada abi, tapi mau gimana lagi dia
bingung apa yang harus dilakukannya.
Setelah dia
berfikir panjang, dia tidak meminta maaf kepada abi karna bukan sepenuhnya
salah dia. Chika berdikiran seperti itu karena menurut informasi yang di
peroleh dia yakni bahwa abi itu orangnya pendek dan kecil, maka dari itu dia
tidak mau bertemu langsung dengan abi.
Chika selama
berpacaran jarang sekali jalan berdua dengan heri meskipun mereka berada di
kelas yang sama. Tidak ada satu bulan chika minta putus tanpa ada alasan yang
jelas, mereka putus setelah mengisi acara pencarian bakat di sekolahnya. Heri
selalu berusaha mencari cara-cara untuk balikan lagi dengannya tetapi itu
hasilnya nihil. Dalam kamus dia tidak ada balikan dengan mantan, karna itu akan
membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Telah tibalah
pergantian ajaran baru, heri dan chika mendapatkan jurusan yang sama yaitu IPS
tetapi mereka tidak di persatukan kembali karena memasuki kelas yang berbeda.
Chika merasa nyaman suasana kelas dan teman-teman yang baru.
3 bulan
lamanya chika cukup merasa senang karena mendapatkan teman yang begitu peduli
dengannya. Tidak lama dari itu tiba-tiba dia di hadang dari beberapa teman
cowok sekelasnya.
“berhenti dulu dong!” kata salah
satu temen cowoknya
“mau ngapain sih, kayaknya mau di
introgasi nih gua.” Sambil tertawa
“tidak, hanya ingin menanyakan
sesuatu.”
“apa itu?”
“emang bener yaa lu mantanya heri?”
Berhenti
sejenak dalam pikiran chika
“kenapa tidak di jawab? Iya apa
tidak?”
“kenapa harus itu pertanyaannya.”
“iya tidak apa-apa sih, mau
memperjelas aja.”
“iya, udah itu aja pertanyaannya?”
pasang muka kesel
“iya.” Sambil pasang muka kaget
Memang
semenjak chika berpisah dengan heri, enggak tahu kenapa gosip terus menerus
menimpa chika entah itu mengenai pernah berpacaran dengan heri, berhubungan dengan
orang yang telah dimiliki orang lain kata gaulnya sih PHO (Penghancur Hubungan
Orang), ada juga dia lagi di gosip in bahwa lagi pede kate sama temen
sekelasnya yang terdahulu. Begitulah musibah yang dialami dia yang datang
bertubi-tubi, tetapi dia menanggapi dengan santai, karna memang dia bukan semua
salah dia, cowoknya aja pada kegenitan hha.
Gara-gara
beredar gosip seperti itu, chika di cap jelek oleh anak-anak yang berbeda
jurusan dengannya yaa maklum saja karna dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya
terjadi. Tetapi anak-anak yang satu jurusan dengan dia berdukung penuh apa yang
dilakukannya.
Chika memang
cewek yang selalu pemilih pasangan, dia sudah berfikir untuk masa depan,
sebenarnya banyak cowok yang mendekati chika tapi karna chika selalu berpikiran
yang aneh-aneh dan maunya cowok itu perfect.
Ada waktu
ketika dia sedang asik mengobrol dengan teman sekelasnya di depan teras kelas,
tiba-tiba ada cewek menghampiri chika.
“di sini yang namanya chika yang
mana?” Tanya cewek jutek yang ternyata pacarnya abrar
“aku, memeng kenapa?” jawabku
“oh, kamu lagi dekat sama abrar yaa
anak IPA.”
“iya memang kenapa? Tapi kan karena
dia teman aku dulu.”
“teman kamu bilang, kalau teman
kenapa dia nganterin makanan ke kamu?”
“yaelah, kemaren tuh dia ngajakin
aku makan-makan, nah karena mau les ya jadinya gak ikut. Memang kenapa sih
salah gitu?
“eh kamu tahu gak kalau aku putus
tuh gara-gara kamu.” Sambil nunjuk kea rah badan chika
“koq aku sih, aku gak tahu apa-apa
yaa, aku sama dia hanya sebatas teman gak lebih.” Dengan nada emosi
“masa sih, memang kamu enggak suka
sama abrar?”
“enggak aku enggak suka sama dia.”
“benar ya, aku pegang janji kamu.”
Setelah
chika berbicara dengan lantang dia langsung shoock apa yang telah di ucapkan
kepada ceweknya abrar, karena dia telah mendengar apa yang di ucapkannya bahwa
abrar suka dengan chika sejak duduk di bangku 1 sekolah menengah atas.
Sebenarnya chika memang suka dengan abrar, gimana enggak suka secara gitu dia
cowok ganteng ditambah soleh lagi. Pantesan saja akhir-akhir ini abrar sering
datang ke rumah chika dengan alasan yang
tidak bermutu dan yang paling membegokan waktu abrar dan chika sekelas dulu
mereka sekelompok untuk mementaskan paduan suara dengan menggunakan gitar dan
pada saat itu yang memegang gitarnya adalah abrar, dia mengambil posisi duduk
di sebelah chika padahal chika berada di barisan tengah. Ketika abrar
memberikan suara gitar untuk intro nya dia pasti selalu memberi aba-aba kepada
chika seorang diri. Padahal pada saat itu chika masih berpacaran dengan heri.
Bulan telah
berganti, chika asik dengan teman-teman ceweknya dia tidak memikirkan satupun
mengenai cowok, padahal teman dekat chika telah memiliki pasangan
masing-masing. Suatu ketika datang undangan menghampiri chika yaitu undangan
sweet seventeen dari teman akrabnya. Untung saja datangnya bukan berpasangan
lah kalau berpasangan bisa mati mendadak dia.
Setelah
sampai di rumah dia sibuk memilih pakaian yang benar-benar cocok denganya,
semua lemari pakaian di bongkar semua, alhasil mendapatkan pakaian berwarna
coklat dengan rompi berwarna putih. Sesampai di acara pesta ulang tahun, chika
terkejut dengan sosok cowok yang sedang memainkan gitar. Ternyata dan ternyata
dcowok itu juga suka dengan chika, lah berarti suka sama suka dong. Setelah itu
mereka berdua smsan tuh, dan tak lama kemudian cowok ini menyatakan cintanya
kepada chika, chika langsung kagetlah, gimana enggak kaget dia ketemu hanya
sekali lalu belum pernah mengobrol langsung. Ya sudah chika menolak dengan
halus bahwa dia tidak ingin berpacaran dulu karena sebentar lagi ujian akhir.
Akhirnya mereka berdua hanya teman dekat saja, walaupun cowok itu masih menunggu
chika.
Kemudian
chika akhir-akhir ini lagi dekat dengan teman sekelasnya, yang bernama henry.
Mereka hanya asyik pada sms, apabila bertemu dikelas seperti orang yang baru
kenal. Chika sih masih menganggap itu teman biasa tetapi tidak pada henry.
Henry malah mengabggap itu lebih dari sebagai teman, mau gimana lagi kalau
chika sudah memberi keputusan. Alasan chika tidak ingin berpacaran karena dia
cowok putih, udah gitu jalan kayak cewek dan cara berbicara saja halus banget
udak kayak keturunan keraton. Akhirnya henry menjauh dari chika, karena sikap
chika berubah kalau lagi dekat dia.
Chika memang
cewek pemilih, tapi bukan maksud dia memilih-milih pasangan. Maklum saja dia
belom pernah pacaran, jadi kan masih canggung. Semenjak sekolah menengah atas
dia tidak pernah bermain dengan cowok, dia maunya cowok itu duluan yang
menghampirinya, kan jarang tuh ada orang yang begitu, tetapi prinsip chika
masih saja dilanjutkan sampai kelas 3. Dalam fikiran chika dia ingin sekalinya
pacaran itu sekaligus calon suami. Begitulah chika, maklum saja anak orang
kaya, masih gengsi mengenalkan cowok yang biasa ke orang tuanya. Yang anehnya
lagi chika pedekate dengan cowok itu tetapi cowok itu berpacaran dengan orang
lain itu selalu terjadi di setiap dia dekat dengan cowok. Chika juga sering di jadikan pelampiasan oleh mantannya
tetapi dia tidak marah, gimana mau marah coba dia aja gak tau pelampiasan itu
apa,hahaha. Akhirnya sampai saat ini
chika belum pernah pacaran, karna prinsipnya belum terhapus, meskipun banyak sekali
yang mendekati dia tetapi hatinya dia belum tersentuh juga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar