Senin, 27 April 2015
Pendidikan Kewarganegaraan (Softskill)
ZAINURUL HARTIKA
19213655
2EA25
FILSAFAT
PANCASILA
A. Pengertian Filsafat Pancasila
- Berfilsafat artinya, mencari kebenaran atau
mencari kebijaksanaan dan berfikir secara radikal, diambil dari kata radic
yaitu sampai ke akar.
-
Filsafat
adalah induk dari semua ilmu pengetahuan.
-
Orang yang filsafat
disebut FILSUF
B. Cabang-Cabang Filsafat
1.
Epistemologi (Filsafat Pengetahuan)
2.
Etika (Filsafat Moral)
3.
Estetikaf Filsafat Seni)
4.
Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di
balik yang ada)
5.
Politik (Filsafat Pemerintahan)
6.
Filsafat Agama
7.
Filsafat Ilmu
8.
Filsafat Pendidikan
9.
Filsafat hukum
10.
Filsafat Sejarah
11. Filsafat
Matematika
12.
Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu
yang ada yang teratur).
C. Karakteristik Berfikir Filsafat
1)
Sistematis
2) mendalam
3) mendasar
4) analitis
5) komprehensif
6) Spekulasi
7) Representatif
8) Evaluatif
6) Spekulasi
7) Representatif
8) Evaluatif
D. Aliran Pemikiran Filsafat
a.
Rasionalisme
b.
dealisme
c.
Positivisme
d.
Eksistensialisme
e.
Hedonisme
f.
Stoisme
g.
Marxisme
h.
Realisme
i.
Materialisme
j.
Utilitarianisme
k.
Spritualisme
l.
Liberalism
E. Prinsip-Prinsip Pancasila
1.
Causa Materialis
Pancasila digali dari culture (budaya), adat
istiadat, watak, kebiasaan. Maksudnya orang Indonesia merupakan religious
(agama) yang mengatur tata negara, gotong royong dan kesatuan.
2.
Causa Formalis
Pancasila ada didalam pembukaan UU,state
fundamental nor, artinya pancasila tidak boleh di otak-atik, diubah,
mengademenkan UUD itu berarti membubarkan Negara
3.
Causa Efesiensi
Kegiatan PPKI menjadi BPUPKI dalam merumuskan
pancasila
4.
Causa Finalis
Dijadikan pancasila sebagai dasar Negara RI.
F. Kajian Filsafat Pancasila
1)
Kajian Ontologi
secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari
sila-sila Pancasila adalah manusia. Untuk hal ini. Notonagoro lebih lanjut
mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara
ontologis memiliki hal-hal yang mutlak, yaitu terdiri atas susunan kodrat, raga
dan jiwa, serta jasmani dan rohani. Selain itu, sebagai makhluk individu dan
sosial, serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, secara hierarkis sila pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat sila-sila Pancasila.
2) Kajian
Epistimologis
Kajian
epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat
Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Hal ini dimungkinkan karena
epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan
(ilmu tentang ilmu). Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan
dengan dasar ontologisnya. Oleh karena itu, dasar epistemologis Pancasila
sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.
Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian
pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan
susunan pengetahuan Pancasila. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila.
sebagaimana telah dipahami bersama, adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa
Indonesia itu sendiri. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles, bahwa
nilai-nilai tersebut sebagai kausa materialis Pancasila
3) Kajian
Aksiologis
Kajian aksiologi
filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat
suatu pengetahuan tentang Pancasila. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu
sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, maka nilai-nilai yang
terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Selanjutnya,
aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai
Pancasila.
G. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
- Pancasila
dikatakan sebagai suatu sistem bersifat hirarki, bersifat majemuktunggal dan
saling mengkualifikasi.
1.
Tuhan sebagai Causa Prima, yakni sebab dan musabab
alam semesta dan segala isinya. Firman tuhan “dialah yang menciptakan langit
dan bumi segala isinya”
2.
Manusia sebagai wakil tuhan (khalifah) sebagai
pemakmur pelestari penjaga bumi sebab terjadinya kerusakan dibumi disebabkan
oleh tangan-tangan manusia. Manusia juga disebut monodualis, sebagai makhluk
pribadi juga makhluk social (tidak bisa hidup sendiri)
3.
Satu, sumber kekuatan puncak dari tujuan
perjuangan bangsa Indonesia tercemin dalam sumpah pemuda 28 oktober 1928.
4.
Rakyat, unsur terbentuknya Negara demokrasi
Indonesia adalah demokrasi pancasila, demokrasi yang dijiwai oleh nilai-nilai
pancasila
5.
Adil untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain.
Keadilan adalah jawaban dari perasaan.
- Majemuk
tunggal adalah sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan 1,2,3,4 dan 5
- Saling
mengkualifikasi yakni,
1.
Sila pertama
Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya
2.
Sila kedua
didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga, keempat. dan
kelima
3.
Sila ketiga
didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua, serta mendasari dan menjiwai sila
keempat dan kelima
4.
Sila keempat
didasari dan dijiwai sila pertama,
kedua, dan ketiga, serta mendasari dan menjiwai sila kelima
5.
Sila kelima
didasari dan dijiwai sila pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
H. Filsafat Pancasila Bagi Bangsa Indonesia
Filsafat
Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, dapat kita temukan dalam
beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan negara Indonesia
diantaranya yaitu: Dalam Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945. Dalam Naskah
Politik yang bersejarah, tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang kemudian dijadikan
naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 (terkenal dengan sebutan Piagam Jakarta).
Dalam naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945, alinea IV. Dalam Mukadimah
Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal 27 Desember 1945,
alinea IV. Dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI) tanggal
17 Agustus 1950. Dalam Pembukaan UUD 1945, alinea IV setelah Dekrit Presiden RI
tanggal 5 Juli 1959.
REFERENSI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
Swiming is the best exercise in summer and running in winter
QU-IT & QU
Posting Komentar