Jumat, 16 Desember 2016
Jurnal Manajemen Laba Terhadap Sektor Farmasi
Nama : ZAINURUL HARTIKA
NPM : 19213655
Kelas : 4EA25
Tugas : Etika Bisnis "Carilah jurnal mengenai manajemen laba terhadap sektor farmasi".
NPM : 19213655
Kelas : 4EA25
Tugas : Etika Bisnis "Carilah jurnal mengenai manajemen laba terhadap sektor farmasi".
PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS
TERHADAP PROFITABILITAS PADA
PERUSAHAAN SUB
SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA (BEI)
Ellyn
Octavianty*) dan Defi Jumadil Syahputra**)
ABSTRAK
Modal kerja dan likuiditas akan berpengaruh pada
tingkat profitabilitas perusahaan. Jika modal kerja dan tingkat likuiditas
mengalami kenaikan maka profitabilitas perusahaan akan menurun.Penelitian ini
ditujukan untuk mengetahui pengaruh modal kerja (working capital turnover, receivable turnover, inventory turnover,) dan likuiditas (current ratio). Hasil penelitian mengungkapkan fakta bahwa 81,1% profitabilitas (return on asset) dipengaruhi oleh modal kerja (working capital turnover, receivable turnover, inventory turnover)
dan likuiditas (current ratio).
Sedangkan sebesar 18,9% dipengaruhi oleh variabel
lain yang tidak termasuk dalam model regresi. Perusahaan sektor farmasi
memiliki perkembangan modal kerja yang berfluktuasi dan jumlahnya tidak banyak,
sedangkan tingkat likuiditas cukup baik. Hal ini berdampak pada rendahnya
tingkat profitabilitas yang dihasilkan.
Kata
Kunci Efisienssi Modal Kerja, Likuiditas, Profitabilitas
Abstract
Working
capital and liquidity will affect the level of corporate profitability. If the
working capital and liquidity levels increase the company's profitability will
decline. This study aimed to determine the effect of working capital (working
capital turnover, receivable turnover, inventory turnover,) and liquidity
(current ratio). This research is about the effect of working capital and
liquidity to profitability made on the Pharmaceutical Sector Sub listed on the
Stock Exchange by using secondary data, purposive sampling method. The
analytical method used inferential statistics, namely multiple linear
regression analysis using SPSS version 20.Results of the study revealed the
fact that 81.1% of profitability (return on assets) are influenced by working
capital (working capital turnover, receivable turnover, inventory turnover) and
liquidity (current ratio). While 18.9% is influenced by other variables not
included in the regression model. Company's pharmaceutical sector has
fluctuated development of working capital and the amount is not much, while the
level of liquidity is quite good. This has resulted in a low level of
profitability generated.
Keywords: Efficiency Working Capital, Liquidity,
Profitability
I.
Pendahuluan
Perusahaan farmasi yang berada di Indonesia
memiliki permasalahan yang kompleks salah satunya modal kerja. Bagaimana
perusahaan tersebut harus mengefisiensikan modal kerja yang ada untuk
mendapatkan keuntungan yang optimal adapun perusahaan selalu membutuhkan modal
kerja untuk membelanjai kegiatan oprasinya sehari-hari, misalkan untuk
pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji, pegawai dan lain sebagainya,
dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali
lagi masuk dalam perusahaan dengan jangka waktu yang pendek melalui hasil penjualan
produksinya. Manajemen modal kerja adalah kegiatan yang mencangkup semua fungsi
manajemen atas aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek perusahaan. Sehingga
adanya analisis atas modal kerja pada perusahaan, analisis tersebut sangat
penting dilakukan untuk mengetahui situasi modal kerja pada saat ini. Kemudian
hal itu dihubungkan dengan situasi keuangan yang akan dihadapi pada masa yang
akan datang
Modal Kerja adalah keseluruhan
dana yang harus dimiliki perusahaan, untuk membiayai kegiatan operasi
perusahaan sehari-hari.
Likuiditas yaitu kemampuan suatu perusahaan
memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.
Profitabilitas ialah kemampuan manajemen untuk
memperoleh laba. Laba terdiri dari laba kotor, laba operasi, dan laba bersih.
Untuk memperoleh laba di atas rata-rata, manajemen harus mampu meningkatkan
pendapatan (revenue) dan mengurangi
semua beban (expenses) atas
pendapatan.
Hasil penelitian yang dilakukan padaa perusahaan
menunjukan bahwa efisiensi
modal kerja tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil ini sesuai
dengan teori kasmir (2011). Likuiditas berpengaruh terhadaap profitabilitas.
Hasil ini sesuai dengan teori Utari (2012).
Berbagai penelitian mengenai
efisiensi modal kerja dan likuiditass terhadap profitabilitas telah dilakukan
oleh diantaranya Wawan Setiawan (2013) pada perusahaan indosement tunggal
perkasa. Hasil analisis dari penelitian tersebut yaitu bahwa efisiensi modal
kerja tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, dan likuiditas berpengaruh
terhadap profitabilitas. Penelitian yang sama diteliti juga oleh Ririn Soetini
(2011) pada perusahaan otomotif. Bahwa efisiensi modal kerja berpengaruh
terhadap profitabilitas sedangkan untuk likuiditas tidak berpengaruh terhadap
profitabilitas, dari hasil penelitian tersebut terjadi GAP atau hasil
penelitian.
Adapun tujuan penelitian yang
dilakukan yaitu:
1.
Untuk mengetahui perkembangan
efesiensi modal kerja pada perusahaan sub sektorfarmasi yang terdaftar di
BEIperiode 2009 - 2013.
2.
Untuk
mengetahui perkembangan
likuiditas pada perusahaan sub sektorfarmasi yang terdaftar di BEI
periode 2009 - 2013.
3.
Untuk mengetahui perkembangan
profitabilitas pada perusahaan sub sektorfarmasi yang terdaftar di BEIperiode
2009 - 2013.
4.
Untuk mengetahui besarnya
pengaruh efesiensi modal kerja dan likuiditas terhadap profitabilitas pada
perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI periode 2009 - 2013.
II.
Landasan
Teori
2.1.
Pengertian
Modal Kerja
Pengertian
modal kerja menurut
Agnes Sawir (2003:129) adalah sebagai berikut: “Modal
kerja adalah keseluruhan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan, atau
dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk membiayai
kegiatan operasi perusahaan sehari-hari”.
Menurut J. Fred Weston dan Eugene
F. Brigahm (Kutipan Agnes Sawir, 2003:129) menyatakan bahwa:
“Modal kerja adalah investasi perusahaan didalam
aktiva jangka pendek seperti kas, sekuritas (surat-surat berharga), piutang
dagang dan persediaan”.
Menurut Burton A. Kolb (kutipan Agnes Sawir,
2003:129) mengemukakan bahwa: “Working capital is the investment of the firm in
short-term or current assets, which includes cash, marketable securities,
account receivable, short-term notes receivales, inventories, and in some
firms, expense prepayments. (Modal kerja adalah investasi perusahaan dalam
aktiva jangka pendek atau lancar, termasuk didalamnya kas, sekuritas, piutang,
persediaan, dan dalam beberapa perusahaan, biaya dibayar dimuka)”.
Sedangkan menurut Lukas Setia Atmaja (2003:365)
mengemukakan bahwa: “Modal kerja atau working capital, sering pula disebut
grossworking capitalatau modal kerja kotor. Didefinisikan sebagai item-item
pada aktiva lancar, yakni: (cash), sedangkan modal kerja bersih atau net
working capital adalah aktiva lancar setelah dikurangi dengan hutang lancar”.
Dari pengertian-pengertian modal
kerja diatas dapat disimpulkan bahwa modal kerja merupakan sebagai investasi
perusahaan atau dana yang tertanam dalam aktiva jangka pendek atau lancar.
Seperti kas, piutang dan persediaan yang dibutuhkan perusahaan untuk kebutuhan operasi perusahaan dan selalu
berputar dalam jangka pendek.
2.2.
Likuiditas
Likuiditasmerupakansuatu
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Likuiditas
sangat penting bagi suatu perusahaan dikarenakan berkaitan dengan mengubah
aktiva menjadi kas.
Likuiditas merupakan suatu
indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban
finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar
yang tersedia (Syamsuddin:2011).
Menurut Sartono (2008:116)
mengatakan bahwa “Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan untuk membayar
kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya.”
Pengertian likuiditas menurut
Brigham dan Houston (2010:134), mengatakan bahwa “Aset likuid merupakan asset
yang diperdagangkan di pasar aktif sehingga dapat dikonversi dengan cepat
menjadi kas pada harga pasar yang berlaku, sedangkan posisi likuiditas suatu
perusahaan berkaitan dengan pertanyaan, apakah perusahaan mampu melunasi
utangnya ketika utang tersebut jatuh tempo di tahun berikutnya.”
Menurut Subramanyam (2012:43)
likuiditas, adalah “Untuk mengevaluasi kemampuan memenuhi kewajiban jangka
pendek.”
Pengertian likuiditas menurut
Fred Weston dalam Kasmir (2012:129) adalah
“...rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
(utang) jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih, maka akan mampu
memenuhi utang (membayar) tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.”
JIAFE
(Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Volume 1 No. 2 Tahun 2015, Hal.
41-50
43
Dari pengertian likuiditas diatas dapat disimpulkan
bahwa likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk
membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan
menggunakan aktiva lancar yang tersedia
2.3.
Pengertian
Profitabilitas
MenurutR.AgusSartono
(2010:122) , yang menyatakan bahwa Profitabilitas
adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan,
total aktiva maupun modal sendiri.
Menurut Kasmir (2011:196) , yang
menyatakan bahwa Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam mencari keuntungan.
Menurut Susan Irawati (2006:58), yang menyatakan
bahwa Rasio keuntungan atau profitability ratios adalah rasio yang digunakan
untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan atau merupakan kemampuan
suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu (biasanya
semesteran, triwulanan dan lain-lain)
untuk melihat kemampuan perusahaan dalam beroperasi secara efisien.
Berdasarkan pendapat para ahli di
atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa rasio profitabilitas adalah rasio untuk
mengukur tingkat efektifitas pengelolaan (manajemen) perusahaan yang
ditunjukkan oleh jumlah keuntungan yang dihasilkan dari penjualan dan
investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi
perusahaan.
III.
Metodologi
Penelitian
Data
yang telah dikumpulkan
mengenai semua variabel penelitian, kemudian dianalisis dengan
menggunakan metode analisis descriptive
statistic dan analisis regresi linier
berganda untuk mengetahui bagaimana hubungan antar variabel. Pengujian
dilakukan dengan alat analisis yaitu regresi linier berganda, uji F dan uji t.
Dalam mengolah data penelitian, penulis menggunakan aplikasi statistic produk and service solution (SPSS) 20.0 for windows.
IV. Hasil dan Pembahasan
1.
Analisis Determinasi
Tabel 13
Hasil Uji Determinasi
Model Summaryb
|
||||||
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R
|
Std.
Error of the
|
Durbin-Watson
|
|
Square
|
Estimate
|
|||||
1
|
.900a
|
.811
|
.735
|
4.2452779
|
2.162
|
|
a. Predictors: (Constant), CR,
ITO, WCTO, RTO b. Dependent Variable: ROA
(Sumber: Output SPSS 20, 2014,
data diolah penulis)
Berdasarkan pada tabel 13 di atas diperoleh angka R2 (R Square) sebesar 0,811 atau (81,1%). Hal ini menunjukkan bahwa
presentase sumbangan pengaruh variabel independen (working capital turnover, receivable
turnover, inventory turnover, current ratio) terhadap variabel dependen (return on assets) sebesar 81,1%.
Sedangkan sisanya sebesar 19,9% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain
yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
2. Uji F (Simultan)
Tabel 14
Hasil Uji F (Simultan)
ANOVAa
Model
|
Sum of
Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
Regression
|
771.476
|
4
|
192.869
|
10.702
|
.001b
|
|
1
|
Residual
|
180.224
|
10
|
18.022
|
||
Total
|
951.700
|
14
|
||||
a. Dependent Variable: ROA
b. Predictors:
(Constant), CR, RTO, ITO, WCTO
(Sumber: Output SPSS 20, 2014,
data diolah penulis)
Berdasarkan tabel 14 diketahui signifikansi 0,01b dan nilai F test sebesar 10,702.
Hal ini tidak sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara
F hitung dengan F tabel, nilai F tabel (0,05;4;10) adalah 3,48 makahasilnya, F
hitung > F tabel (10,702 > 3,48) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen receivable turnover, inventory turnover, working capital turnover, current ratio secara
simultan mempengaruhi variabel dependen ROA
1.
Uji t
(Parsial)
Tabel 15
Hasil Uji t (Parsial)
Coefficientsa
Model
|
Unstandardized
Coefficients
|
Standardized
|
t
|
Sig.
|
||
Coefficients
|
||||||
B
|
Std.
Error
|
Beta
|
||||
(Constant)
|
-11.961
|
17.450
|
-.685
|
.509
|
||
WCTO
|
2.628
|
4.859
|
.096
|
.541
|
.600
|
|
1
|
RTO
|
.158
|
.163
|
.137
|
.967
|
.356
|
ITO
|
.035
|
.858
|
.006
|
.041
|
.968
|
|
CR
|
5.775
|
1.087
|
.955
|
5.314
|
.000
|
|
(Sumber: Output SPSS 20, 2014, data diolah
penulis)
1.
Nilai signifikansi working capital
turnover sebesar 0,600 lebih besar dari
0,05 (sig. t > 0,05) telah sesuai dengan hasil pengujian statistik yang
membandingkan antara t hitung dengan t tabel. Hal ini ditunjukkan dengan t
hitung < t tabel (0,541 < 1,812).
2.
Nilai signifikansi receivable turnover sebesar 0,356 lebih besar dari 0,05 (sig. t > 0,05). Hal ini
sesuai dengan hasil pengujian statistik yang
membandingkan antara t hitung dengan t tabel, nilai t tabel (0,05;10) adalah
1,81246 maka hasilnya, t hitung > t tabel (0,967 < 1,812).
3.
Nilai signifikansi inventory turnover sebesar 0,968 lebih besar dari 0,05 (sig. t > 0,05) telah sesuai dengan hasil pengujian
statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel. hal ini ditunjukkan dengan t hitung < t tabel (0,410 < 1,812).
4. nilai signifikan current ratio sebesar 0,000 kurang dari 0,05 (sig. t>0,05) telah sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan anatara t hitung dengan t tabel. hal ini ditunjukkan dengan t hitung < t tabel (5.314 > 1.812) mengalami penurunan sebesar 0,158 satuan
5 Inventory Turnover (ITO) sebesar 0,035 artinya inventory turnover perusahaan naik sebesar 1 satuan sedangkan variabel lainnya dianggap konstan maka return on assets akan mengalami peningkatan sebesar 0,035 satuan.
6 Currebt Ratio (CR) sebesar 5,775 artinya apabila current ratio perusahaan turun sebesar 1 satuan sedangkan variabel lainnya dianggap konstan maka return on assets akan mengalami penurunan sebesar 5,775 satuan.
2. Analisis Regresi Berganda
Berdasarkan output spss tabel 16
diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
ROA=
11,961+2,628+0,158+0,035+5,775
Dari hasil persamaan regresi berganda tersebut dijelaskan bahwa:
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka di bawah ini penulis
menginterpretasikan hasil penelitian yang diperkuat dengan hasil
penelitian-penelitian sebelumnya.
Working Capital Turnover tidak berpengaruh terhadap return on assets. Return On Assets mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset
tertentu.
1.
β0 = konstanta
sebesar -11,961Working
Capital Turnover bertujuan
artinya apabila semua variabel independen (WCTO,
RTO, ITO, dan CR) dianggap konstan (bernilai 0), maka return on assets akan mengalami peningkatan sebesar -11.961.
2. Working Capital Turnover
(WCTO) sebesar 2,628 artinya apabila working capital turnover perusahaan naik
sebesar 1 satuan sedangkan variabel lainnya dianggap konstan maka return on assets akan mengalami penurunan
sebesar 2,628 satuan.
untuk mengukur seberapa banyak modal kerja berpitar dalam suatu periode.
Jadi, apabila working capital turnover
mengalami kenaikan maka tidak akan berpengaruh pada return on assets. selain itu, hasil penelitian ini tidak konsisten
dengan penelitian yang dilakukan oleh Wawan Setiawan (2013).
Berdasarkan hasil penelitian ini, receivable turnover tidak berpengaruh terhadap return on assets. Return On Assets
mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu.
3.
Receivable Turnover
(RTO)Receivable turnover
bertujuan untuk
sebesar 0,158 artinya apabila receivable
turnover perusahaan naik sebesar
1 satuan sedangkan variabel lainnya dianggap konstan maka return on assets akan
mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam
satu periode, jadi apabila receivable
turnover mengalami kenaikan maka return on assets juga mengalami kenaikan. Penelitian ini sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh Ririn Setiorini (2009).
Berdasarkan hasil penelitian ini,
inventory turnover tidak berpengaruh terhadap return on asset. Return on assets
mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. inventory turnover bertujuan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam
dalam persediaan berputar dalam suatu periode. Jadi, apabila inventory turnover mengalami kenaikan
maka tidak akan berpengaruh pada return
on assets. Selain itu, hasil penelitian ini tidak konsisten dengan
penelitian yang dilakukan oleh Ririn Setiorini (2009) yang menyatakan bahwa
secara simultan dan parsial terdapat pengaruh positif antara variabel modal
kerja (inventory turnover ratio) terhadap profitabilitas.
Berdasarkan hasil penelitian ini,
current ratio berpengaruh terhadap return on assets. Return on assets mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba
bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. Current
ratio bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhi. Jadi, apabila current ratio mengalami penurunan maka akan berpengaruh pada return on
assets. Selain itu, hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang
dilakukan oleh Wawan Setiawan (2013) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh
positif antara current ratio terhadap
profitabilitas.
V.
Penutup
5.1. Simpulan
1.
Berdasarkan hasil penelitian ini
perusahaan sub sektor farmasi pada periode 2009-2013 memiliki perkembangan
modal kerja seperti.
a. Rata-rata perkembangan nilai signifikan working capital turnover perusahaan telah sesuai dengan hasil statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel. sehingga kesinpulannya adalah mdal kerja (working capital turnover) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (return on assets) dan hipotesis ditolak. (Working Capital Turnover) bertujuan untuk mengukur seberapa banyak modal kerja berputar dalam satu periode. jadi, apa bila (Working Capital Turnover) mengalami kenaikan maka tidak akan berpengaruh pada (return on assets). Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan peneltian yang dilakukan oleh Wawan Setiawan (2013)
b. Rata-rata perkembangan signifikan (receivable turnover) perusahaan. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membanding antara t hitung dengan t tabel. sehingga dapat disimpulkan bahwa modal kerja (receivable turnover) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (return on asset) dan hipotesis ditolak. (Receivable Turnover)bertujuan untuk mengukur berapa kali dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam satu periode. jadi apabila (receivable turnover) mengalami kenaikan maka (return on assets) juga mengalami kenaikan. Penelitian ini sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh Ririn Setiorini (2009).
c. Rata-rata perkembangan nilai signifikan (inventory turnover) perusahaan.
Hal ini telah sesuai dengan hasil
pengujian statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel. Jadi
disimpulkan bahwa modal kerja (inventory
turnover) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (return on assets) dan
hipotesis ditolak. (Inventory
Turnover) bertujuan untuk mengukur berapa
kali dana yang ditanam dalam persediaan berputar dalam suatu periode. Jadi
apabila (inventory
turnover) mengalami kenaikan maka tidak
akan berpengaruh pada (return on assets). Hasil penelitian ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Ririn Setiorini (2009).
2.
Berdasarkan hasil penelitian ini
perusahaan sub sektor farmasi pada periode 2009-2013 memiliki perkembangan
likuiditas seperti rata-rata perkembangan nilai signifikan (current ratio) perusahaan.
Hal ini telah sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara
t hitung dengan t tabel. Sehingga kesimpulanya adalah likuiditas (current ratio) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (return on assets) dan hipotesis diterima.
(Current
Ratio) bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang harus segera dibayar tepat waktu. Jadi apabila (current ratio) mengalami penurunan maka
akan berpengaruh pada (return on assets).
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Wawan
Setiawan (2013).
3.
Berdasarkan hasil penelitian ini
perusahaan sub sektor farmasi pada periode 2009-2013 memiliki perkembangan
profitabilitas
(return
on assets) melalui uji koefisien determinasi diketahui sebesar 81,1% (working capital turnover,
receivable turnover, inventory turnover, current ratio) sedangkan sisanya sebesar 18,9% dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak termasuk dalam model regresi. (Return
On Assets)
Bertujuan mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk
menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu dengan asset yang dimiliki oleh
perusahaan tersebut.
4.
Berdasarkan hasil penelitian ini
perusahaan sub sektor farmasi pada periode 2009-2013. Hasil penelitian dengan
pengujian statistik menunjukkan secara simultan (bersama-sama) bahwa modal
kerja dan likuiditas berpengaruh terhadap profitabilitas. Sementara secara
parsial (individu) hanya current ratio yang berpengaruh terhadap profitabilitas (return on assets). Hal ini menunjukkan bahwa apabila current ratio mengalami kenaikan maka return on assets juga mengalami hal yang
sama.
4.2. Saran
Penelitian ini memberikan
kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ekonomi akuntansi pada
umumnya dan khususnya mengenai akuntansi keuangan, Bahwa sebesar 81,1% profitabilitas (return on assets)
dipengaruhi oleh modal kerja (working capital turnover, receivable turnover, inventory turnover,) dan likuiditas
(current ratio). Sedangkan sisanya
sebesar 18,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model
regresi.
Penelitian ini hanya terbatas
pada variabel tertentu, periode terbatas, dan jumlah unit analisis terbatas.
Disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat mengurangi keterbatasan ini,
yaitu sebaiknya penelitian selanjutnya menggunakan variabel yang lebih
bervariasi seperti Weight Average Cost
of Capital, Cash Ratio, Cash Turnover, Gross Profit Margin, Net Profit Margin, dan Return On Equity. Periode penelitian
sebaiknya diatas 5 tahun dengan menggunakan sampel yang lebih besar pada
perusahaan selain sektor farmasi, seperti sektor aneka industri, keuangan,
pertanian, dan pertambangan.
Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh berbagai pihak, antara lain:
1. Bagi investor dan kreditur
Sebaiknya investor dan kreditur
memperhatikan tingkat likuiditas dan profitabilitas. Tingkat likuiditas yang
terlalu tinggi menunjukkan bahwa kas perusahaan tidak digunakan secara optimal
sebagai modal kerja operasional dan tingkat profitabilitas (return on assets) yang rendah
menunjukkan perusahaan belum mampu menghasilkan laba dengan modal kerja sendiri
yang dimiliki. Perusahaan cenderung menggunakan dana pinjaman dari luar
perusahaan. Selain itu, investor dan kreditur harus mengetahui dan memahami
siklus bisnis perusahaan sub sektor farmasi.
2. Bagi Perusahaan
Manajemen bertanggung jawab dalam
menghasilkan keuntungan (profit) bagi perusahaan. Manajemen harus berupaya
meningkatkan penggunaan modal kerja yang dimiliki untuk
menjalankan operasionalnya, menyimpan dana di tangan (cash on hand) dalam
jumlah yang normal sesuai kebutuhan
untuk membayar kewajiban jangka pendek, serta menjaga keseimbangan proporsi
antara modal kerja yang dimiliki dengan dana pinjaman yang digunakan sebagai
modal kerja operasional
VI.
|
DAFTAR PUSTAKA
|
Anthony, Robert N. dan Govindarajan, Vijay. 2008. Sistem Pengendalian Manajemen. Salemba Empat. Jakarta.
Brigham Eugene F, dan Houston, Joel F.2006.Dasar-dasar Manajemen Keuangan (Fundamental of Financial Management). Jilid 1 Edisi 10.Penerbit Salemba Empat.Jakarta.
Djawanto.2008.Penerapan Manajemen Keuangan.Salemba Empat.Jakarta.
Dwi
|
Utari dkk. 2014.
Manajemen
|
||
Keuangan.
|
Edisi Revisi,
|
Mitra
|
|
wacana
Media, Jakarta.
Esra, Apriweni
2009. Analisa
Kinerja
Keuangan
|
dan
|
Pembelanjaan
|
||
Perusahaan,
|
PT.
|
Gramedia
|
||
Pustaka
Umum, Jakarta
|
||||
Haryati, Risma 2011. Pengaruh
Modal
|
||||
Kerja
|
dan
|
Likuiditas
|
terhadap
|
|
Profitabilitas
|
pada
|
|||
PT.UNILEVER INDONRESIA Tbk.
|
||||
Skripsi Program
|
Studi
|
|||
Manajemen Universitas Komputer
|
||||
Indonesia,
|
Bandung.
|
|||
Husman,
|
Sad.
|
2007.
|
Manajemen
|
|
Keuangan:
Teori dan
|
Penetapan
|
|||
(Keputusan
|
Jangka
|
Pendek).
|
||
BPFE.
Yogyakarta.
Home, james C Van dan John M.
Wachowich, JR. 2009. Prinsip-
JIAFE
(Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Volume 1 No. 2 Tahun 2015, Hal.
41-50
49
prinsip manajemen Keuangan.
Salemba
Empat, Jakarta.
Irham Fahmi. 2012. Analisis
Laporan
Keuangan.
|
Alfabeta
|
Bandung,
|
||
Bandung.
|
||||
Jumingan.
|
2008.
|
Analisis
|
Laporan
|
|
Keuangan,
|
Bumi
|
Aksara,
|
||
Surakarta.
|
||||
Kasmir.
|
2010.
|
Analisis
|
laporan
|
|
Keuangan. Rajawali Pers, Jakarta.
|
||||
Lokollo, Antonius
|
2013.
|
Pengaruh
|
||
Manajemen
|
Modal
|
Kerja dam
|
||
Rasio
|
Keuangan
|
terhadap
|
||
Profitabilitas pada
|
Perusahaan
|
|||
manufaktur yang
|
Terdaftar
|
|||
di
|
Bursa
|
Efek
|
Indonesia
|
|
Tahun 2011.
Skripsi Fakultas
|
||||
Ekonomika
|
dan
|
|||
Bisnis/Akuntansi.
|
Universitas
|
|||
Diponogoro,
|
Semarang.
|
|||
Mamduh M. Hanafi, Abdul halim.
2009.
Analisis Laporan Keuangan. UPP
STIM
|
YKPN, Yogyakarta.
|
||
Martono
|
dan
|
Agus
|
Harjito. 2012.
|
"Manajemen
|
Keuangan".
|
||
Ekonosia.
Yogyakarta.
|
|||
Munawir,
|
S.
|
2009.
|
Analisis Laporan
|
Keuangan. Liberty
Yogyakarta, Yogyakarta.
Prihadi, Toto. 2010. Analisis Laporan Keuangan Lanjutan. Ppm manajemen,
Jakarta,
Riyanto, Bambang.
2008. Dasar-dasar
Pembelanjaan Perusahaan. BPFE,
Yogyakarta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar